Muhammad Irawan Saputra

Home » Uncategorized » Sistem Penyiaran Digital

Sistem Penyiaran Digital

(2012)

Sistem Penyiaran Baru yang akan dijalankan pemerintah adalah System Multiplexy. Sistem ini dibagi menjadi network provider dan content provider. Network provider adalah penyedia jaringan dan  infrastruktur penunjang siaran. Network Provider menyediakan frekuensi dan segala hal infrastrukturnya seperti antenna dll. Sedangkan Content Provider adalah penyedia acara-acara yang ditayangkan di media siar.

Sistem Penyiaran analog yang selama ini digunakan akan digeser oleh sistem penyiaran digital. Pergeseran ini akan dimotori oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Proyek ini pertamakali diujicoba pada tahun 2006 di Jakarta dengan menggunakan daya rendah. Konsorsium Televisi Digital kemudian mengadakan uji coba lagi pada tahun 2009 dengan daya pancar 5 KW. Sistem televisi digital ini akan diselenggarakan secara serentak di seluuh Indonesia pada tahun 2018. Siaran televisi analog secara

Pemerintah menjanjikan detail yang lebih bagus dari sisi audio maupun visual. Sisi visual dengan sistem digital ini akan menyajikan gambar yang lebih lebar atau widescreen. Sisi audio akan menyajikan kualitas suara 5.1 channel surround sound.

Siaran digital diterima dengan frekuensi UHF, tidak bisa menggunakan VHF. Siaran digitalpun harus menggunakan televisi digital. Pemerintah menyediakan solusi apabila masyarakat tidak mau mengganti televisinya dengan televisi digital.Solusi yang ditwarkan adalah dengan menyediakan alat sehingga televisi biasa bisa menerima siaran digital. Alat tersebut bernama Set Top Box. Alat ini sayangnya tidak disediakan pemerintah secara gratis, namun masyarakat masih harus membayar. Cara lain untuk mendapatkan siaran digital adalah dengan mengaksesnya lewat telepon seluler yang dilengkapi penerima televisi digital DVB-T.

Sistem televisi digital inipun memiliki fasilitas tambahan lain yaitu bisa terkoneksi dengan internet. Sambungan internet dengan televisi ini memungkinkan format baru dalam interaksi media dengan penontonnya. Selain itu televisi digital juga memungkinkan penonton mengakses berita dan informasi cuaca dengan hanya menggunakan remote televisi. Jadwal siaranpun juga tersedia dalam menu yang mampu diakses dengan remote.

 

Saran Untuk Baiknya Pola Penyiaran

Pola digitalisasi yang akan dikembangkan menurut saya baik pada dasarnya. Digitalisasi akan menambah frekuensi yang bisa ditempati media baru. Hal ini tentu akan menambah tempat bagi banyak media untuk berekspresi.  Banyaknya media ini tentu menjanjikan keanekaragaman sudut pandang pada suatu masalah asalkan tidak terdistorsi oleh konglomerasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pola televisi digital yang akan dibentuk berupa dua bagian yang berperan yaitu content provider dan network provider. Sisi Network Provider tidak akan terlalu berpengaruh terhadap demokratisasi informasi. Sisi Content Provider inilah yang sangat berpengaruh terhadap manipulasi informasi. Content Provider ini menyediakan acara apa saja yang muncul di satu frekuensi.

Keberagaman informasi akan terwujud ketika content Provider ini tidak hanya dimonopoli satu pihak. Menurut saya bagian ini harus bisa diisi oleh semua pihak yang ingin berekspresi di media. Penunjukan siapa yang pantas mengisi satu blok waktu di suatu frekuensi harus diatur oleh pihak independen yang berperan sebagai penanggung jawab (lembaga sejenis KPI).

Pola ini memungkinkan semua orang mampu berekspresi dan mengangkat budaya dari berbagai persepsi. Pola yang terbentuk seperti itu memungkinkan mahasiswa atau bahkan siswa SMA membuat acara sendiri dengan sudut pandang dan konten budaya apa yang mereka ingin munculkan.

Wacana yang berkembang bahwa satu frekuensi akan ditenderkan siapa yang berhak mengisi dalam waktu satu tahun akan sangat merugikan masyarakat. Pengikut tender dan pemenangnya selama ini yang terjadi adalah mereka yang bermodal besar, tentu akan mengarah lagi ke konglomerat media. Keadaan tersebut akan kembali mengarahkan masyarakat kepada kemiskinan sudut pandang.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: