Muhammad Irawan Saputra

Home » Uncategorized » Kearifan lokal diantara Gempuran Media

Kearifan lokal diantara Gempuran Media

Kearifan Lokal memang masih setengah hati diangkat oleh media-media yang ada sekarang, khususnya media nasional. Media nasional masih sibuk mengangkat budaya-budaya populer baik dari Jakarta maupun dari pusat budaya dunia baik dari Eropa maupun dari pusat budaya baru yaitu Jepang dan Korea.

Budaya Lokal sebenarnya merupakan potensi besar untuk media di Indonesia bila bisa mengangkat dan mengemasnya. Bila kita lihat Jepang mampu mempergunakan budaya lokal untuk menyuarakan eksistensinya di dunia internasional. Korea Selatan pun sekatang sudah mengikuti jejak Jepang dalam hal ini.

Indonesia meiliki beribu-ribu budaya lokal yang siap diangkat dan dikemas. Usaha ini tentu akan mendapat tantangan dari budaya populer yang telah ada sekarang ini. Namun pekerjaan ini harus selalu ditingkatkan untuk membangun eksistensi Indonesia di kancah dunia.

Beberapa poin yang menurut penulis harus diusahakan dalam pengangkatan budaya nasional untuk menguatkan jati diri bangsa Indonesia melalui media.

1. Kerjasama Media dan Dunia Akademis

Sumber Daya Manusia yang ada di dunia akademisi melimpah ruah. Itulah yang harusnya.dipergunakan oleh media. Mahasiswa-mahasiswa membutuhkan tempat untuk menuangkan apa yang selama ini mereka pelajari.

2.Regulasi yang Tegas dan Tersistem Rapi

Regulasi yang tegas dan jauh dari ambiguitas tentu sangat diperlukan dalam usaha pengangkatan budaya nasional. Stereotip-stereotip yang merusak terhadap suatu budaya harus segera dihilangkan. Stereotip inilah yang menjadi penghalang dalam usaha ini. Kesan kampungan, terbelakang, arogan, pelit, dan banyak stereotip lain menjadi penghambat pengangkatan budaya-budaya ini. Sebuah acara dengan konten dari budaya yang terstereotip kampungan akan sulit untuk dikemas secara elegan dan populer. Demikian juga dengan acara yang berkonten suatu budaya yang terstereotip arogan akan sulit untuk dikemas secara hangat dan bersahabat.

Regulasi yang tersistem rapi dan terarah akan membuat pelestarian budaya lewat media ini akan berjalan baik. Regulasi yang tersistem sehingga memungkinkan setiap orang mampu mengapresiasikan budaya lewat media bisa sangat mendukung usaha pelestarian budaya.

3. Pelestarian Budaya oleh Pemerintah

Budaya yang tertata, terdokumentasi secara jelas tentu akan mudah dalam hal pengangkatannya di media. Indonesia memiliki ribuan budaya yang beraneka ragam. Pengelolaanya tidak menjadi perhatian serius pemerintah. Pihak yang ingin mengetahui atau mempublikasikan melalui berabagai media tentu akan kesulitan bila kesulitan akses terhadap budaya tersebut tidak tersedia.

Pelestarian budaya ini bisa meliputi pengarsipan, pendataan, dan dokumentasi lainnya yang diperlukan untuk setiap pihak yang ingin mengakses budaya tersebut. Ribuan kekayaan budaya ini tentu sangat disayangkan bila tidak terdokumentasi secara baik.

Referensi

Ecep S. Yasa, “Kepemilikan Media Televisi Pengaruhi independensi Pemberitaan”, http://www.kabar.in

Eoin Devereux, Understanding The Media (London: Sage Publication, 2005)

McNain, Brian.2000.Journalism&Democracy. London: Routledge.

http://nasional.kompas.com

http://www.fathurin-zen.com/?p=93

http://www.hukumonline.com

http://www.fathurin-zen.com/?p=93


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: