Muhammad Irawan Saputra

Home » Uncategorized » Abu Rizal Bakrie Calon Presiden 2014 Berlatar Belakang Masalah Lumpur Lapindo

Abu Rizal Bakrie Calon Presiden 2014 Berlatar Belakang Masalah Lumpur Lapindo

            Aburizal Bakrie adalah seorang pengusaha terkenal yang lahir di Jakarta pada 15 November 1946. Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, sang pendiri kelompok usaha Bakrie. Globe Asia, sebuah majalah ekonomi menobatkan pengusaha yang akrab disapa Ical ini sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Majalah tersebut mencatat kekayaannya mncapai Rp 84,6 triliun.

Ical memimpin grup perusahaan dalam berbagai bidang dari mulai perkebunan, minyak, properti, telekomunikasi, media massa, dan pertambangan. Diantara perusahaan yang ia pimpiin tersebut, ternyata membuat popularitasnya terancam. PT. Lapindo Brantas salah satu anak perusahaan dari grup yang ia punya menghadapi masalah luberan lumpur dari titik pengeboran yang berada di Sidoarjo.

   Keadaan itu semakin memperparah citranya karena pada saat itu ia sedang menjabat sebagai Menko Kesra periode 2005-2009. Walaupun saat itu ia tidak memfokuskan diri mengurusi perusahaan-perusahaannya, namun jabatannya sebagai Komisaris Utama Bakrie Group tetap membebankan permasalahan itu kepadanya.

          Masalah Lumpur yang mengancam populratisnya ini muncul pada 27 Mei 2006. Lumpur menyembur dari titik lokasi pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan tambang PT. Lapindo Brantas yang berada di Sidoarjo. Lumpur meluber  perharinya mencapai 5 ribu hingga 50 ribu meter kubik atau setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas ukuran besar.

            Dampak semburan lumpur yang berada di wilayah Porong Sidoarjo ini pada berbagai hal sangat besar. Ribuan jiwa warga dievakuasi dari rumah tinggalnya, ratusan hektar areal perkebunan dan pertanian rusak. Mojokerto dan Pasuruan sebagai salah satu kawasan industri utama terdampak hebat dari masalah ini. Belasan pabrik memberhentikan ribuan karyawannya. Belum lagi rusaknya sarana pendidikan, infrastruktur, tersendatnya transportasi penting Jawa Timur yaitu ruas jalan Surabaya-Malang.

            Kesehatan masyarakat juga turut terdampak oleh luberan lumpur ini. Kandungan berbagai macam zat berbahaya terkandung di dalamnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit dan kanker, dan gangguan ginjal. Konflik sosialpun terjadi dengan rumitnya permasalahan tuntutan ganti rugi.

 

Dampak lumpur Lapindo yang tentu berimbas ke citra diri Ical di Masyarakat ternyata tidak membuatnya pesimis untuk mencalonkan diri menjadi Presiden. Kekuatan politik besar dan mengakar dari Golkar sepertinya membuat ia berani bertaruh walaupun ia masih belum bisa lepas dari bayang-bayang Semburan Lumpur. Tanggal 1 Juli 2012 menjadi momentum baginya untuk menempatkan dirinya sebagai calon Presiden dari partai Golkar.

Banyak kalangan menilai keputusan Golkar sebagai blunder. Temuan survei yang dipublikasikan Kompas.com pada Minggu 8 Juli 2012 menyimpulkan tingkat elektabilitas Ical sangat rendah. Rendahnya elektabilitas ini disebabkan karena kasus Lumpur yang menurut responden belum terselesaikan dengan baik. Survei ini dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terhadap 1.230 responden. Metode wawancara tatap muka menjadi pilihan teknik penelitian dengan tingkat kesalahan 3 persen. Tingkat Popularitas Ical dalam penelitian tersebut sebenarnya sangat besar mencapai 83,9 persen. Namun dari prosentase tersebut, hanya 4,4 persen saja yang akan memilihnya dalam pemilu presiden mendatang.

 Data pendukung yang didapat menyebutkan 80 responden mengaku mengetahui bencana luapan lumpur Lapindo. Sebanyak 65,9 persen responden yang mengaku tahu mengatakan, penyebab luapan lumpur Lapindo adalah akibat pengeboran. Kemudian 43,7 persen responden tersebut juga mengatakan, pemilik Lapindo adalah keluarga Ical. Sebanyak 89,4 persen responden mengatakan bahwa keluarga Ical harus bertanggung jawab atas luapan yang melanda wilayah Porong dan sekitarnya. Sebanyak 83,9 persen responden selanjutnya juga mengatakan, keluarga Bakrie belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Hanya 11,8 persen yang mengatakan bahwa keluarga Bakrie telah memenuhi tanggung jawabnya. Sementara itu, 4,7 responden mengaku tidak tahu”.

            Keterpurukan citra diri Ical beberapa kali malah diperparah dengan pernyataan-pernyataanya yang kurang simpati dalam menanggapi masalah Lumpur Lapindo. Misalnya ketika ia menanggapi kabar soal Hari Suwandi yang akan ke Jakarta dengan berjalan kaki ia mengatakan “Capek dong”. Mengetahui elektabilitasnya sangat rendah karena masalah Lumpur, ia menyatakan akan menyelesaikan masalah Lapindo pada tahun ini. Namun hingga saat ini ia belum mengucapkan kata maaf untuk masyarakat atas kasus ini.

            Sebuah strategi komunikasi politik untuk memulihkan citra negatifnya perlu dilaksanakan. Strategi paling tepat pada masalah yang dihadapi Ical seharusnya adalah meminta maaf. Teori image restoration theories strategies menyatakan strategi yang digunakan Ical hanya sebatas tahap corrective action yang kekuatanya dalam memperbaiki citra masih dibawah mortification. Permintaan maaf ini dirasa sangat diperlukan karena sebagian masyarakat Indonesia mempersepsikan keterkaitan erat antara Aburizal Bakrie dengan kasus lumpur yang hingga saat ini belum terselesaikan dengan baik.

            Elektabilitas Ical sebenarnya bisa diangkat dengan mengekspose prestasi-prestasinya. Banyaknya masyarakat Indonesia yang bisa dipekerjakan oleh Bakrie Group sebenarnya merupakan nilai positif yang bisa diambil untuk usaha meningkatkan citra. Prestasinya dalam memimpin Kadin dan banyak sekali hal positif lain yang bisa diambil dari diri Ical dalam mengantarkan ia sebagai Presiden di tahun 2014. Strategi-strategi Komunikasi sejenis perlu dilakukan untuk mengangkat citranya dalam menghadapi saingan yang tentu tidak akan menyia-nyiakan peluang menjatuhkannya dalam kasus lumpur tersebut.  

 

Referensi

 

Gabriel, Almond.1990. Budaya Politik. Bumi Aksara: Jakarta.

Haryanto.Sistem Politik, Suatu Pengantar. Liberty: yogyakarta.

http://www.biografi.gudangmateri.com/2011/01/biografi-aburizal-bakrie-pengusaha-dan.html?m=1

http://www.massofa.wordpress.com/2008/11/17/fungsi-artikulasi-kepentingan/

http://www.nasional.kompas.com/read/2012/07/08/1621377/Lapindo.Masih.Bakal.Jadi.Sandungan.Ical.Menuju.RI.1

http://www.robyjuniawan.blogspot.com/2012/04/fungsi-artikulasi-dan-agregasi.html

Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo.

Wibisono, Yusuf. Tragedi Lumpur Lapindo: Akar Masalah dan Solusinya.blogspot.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: