Home » Uncategorized » Perencanaan Komunikasi

Perencanaan Komunikasi

Perencananan komunikasi yang baik dapat menentukan keberhasilan program yang akan diimplementasikan ke masyarakat. Menurut Middleton, perencanaan komunikasi yang baik memiliki beberapa tahapan yaitu, 1) pengumpulan data base line dan need assessment; 2) perumusan objective komunikasi; 3) analisis perencanaan dan pengembangan strategi; 4) analisis dan segmentasi khalayak; 5) pemilihan media; 6) mendesain dan pengembangan pesan; 7) perencanaan manajemen; 8) pelaksanaan pelatihan; 9) implementasi atau pelaksanaan; 10) Evaluasi program. Berikut ini  penjelasan masing-masing tahapan tersebut:

  1. pengumpulan data base line dan need assessment

Pengumpulan data base line menjadi hal yanng sangat penting dalam perencanaan komunikasi. Setiap aspek perencanaan akan mengacu pada data base line atau penelitian. Kegiatan penelitian ini akan dihasilkan data primer dan data sekunder. Data Primer adalah data dari masyarakat yang langsung berhadapan dengan masalaha yang akan dihadapi. Data primer didapat dari interview, polling, ataupun focus group discussion (FGD). Sedangkan data sekunder adalah data pendukung yang bisa menjadi rujukan pelaksanaan program. Data pendukung ini bisa berupa informasi dari media cetak ataupun elektronik serta kebijakan-kebijakan yang berlaku atau berhubungan dengan program. Isu-isu strategis juga harus menjadi perhatian dalam pengumpulan data ini.

Sedangkan need assessment adalah mendata apa saja yang dibutuhkan selama proses akan berlangsung. Mendata sumberdaya apa saja yang bisa digunakan dalam program.

2. Perumusan objective komunikasi

Penentuan tujuan bisa dilakukan dengan memperhatikan masalah yang dihadapi dan akhirnya merumuskan bagaimana keadaan masalah tersebut setelah program dilaksanakan. Penentuan tujuan harus spesifik supaya dengan jelas dan komprehensif bisa dilaksanakan. Kemudian objective dari sebuah program haruslah terukur apalagi saat dilakukan evaluasi.  Kemudian objective harus bisa dijangkau dengan sumberdaya yang ada. Objective kemudian harus realistis sesuai dengan waktu yang tersedia dan budget yang ada beserta sumber daya lain.

3. Analisis perencanaan dan pengembangan strategi

Strategi adalah cara yang disusun seefektif dan seefisien mungkin untuk mencapai objective yang ditentukan. Strategi ini merupakan dasar dari taktik yang akan dibuat dalam setiap keadaan di lapangan.

4. Analisis dan segmentasi khalayak

Analisis dan segmentasi khalayak juga harus dilaksanakan dengan menentukan siapa target sasaran program yang sedang dijalankan. Analisis ini sangat penting karena bentuk perencanaan akan sangat bergantung pada tipe publik yang dihadapi. Pemrogram komunikasi setidaknya harus memilah publik menjadi tiga kelompok. Pertama, Latent Public yaitu kelompok yang menghadapi masalah dan tetapi tidak mempunyai perhatian lebih. Kedua, adalah aware public, yaitu kelompok yang bertanggung jawab terhadap masalah. Sedangkan yang terakhir adalah active public yaitu kelompok yang melakukan tindakan terhadap masalah.

5.Pemilihan media

Pemilihan media sangat penting dilakukan dengan memperhatikan tiap tahap berikut ini.Pertama mendaftar media yang sudah ada. Semua media yang mungkin mendukung program komunikasi di data dan bila perlu dikelompokkan menurut keperluan program. Setelah pendataan dilakukan evaluasi, media mana saja yang sesuai dari segi waktu, jangkauan segment, biaya, dan efektifitas.

6. Mendesain dan pengembangan pesan

Pendesainan dan pengemasan pesan harus dilakukan sesuai dengan penelitian yang dilakukan, segment dan berpanduan pada teori-teori dan keilmuan yang ada.

7. Perencanaan manajemen

Perencanaan manajemen bisa bisa perancangan struktur manajerial beserta job deskripsi masing-masing. Mekanisme-mekanisme perlu disiapkan dalam hal ini misal, bagaimana alur dana berjalan. Selain itu bagaimana koordinasi dilakukan dilapangan, dan sebagainya.

8.Pelaksanaan pelatihan

Pelatihan diperlukan dalam membangun kesiapan dalam pelaksanaan program. Perlu diadakan replikasi sebelum eksekusi program dilaksanakan. Selain itu juga pelatihan penguatan konsep program. Fasilitator juga butuh untuk dilatih supaya pelaksanaan berjalan lebih lancar tanpa kendala yang berarti. Selain itu penyiapan konsultan juga diperlukan untuk mengawasi berjalannya program. Lokakarya dan diseminasi juga perlu diadakan untuk menyaipkan semuanya sebelum pelaksanaan

9.Implementasi atau pelaksanaan

Implementasi bisa dilakukakan sesuai dengan program yang telah ditentukan. Beberapa hal yang umum dilakukan adalah melakukan lobby-lobby, silaturahmi, dan sosialisasi. Pembentukan sistem pengontrol di lapangan juga biasanya dilakukan dengan menggunakan sumber daya masyarakat sendiri. Tentunya hal ini bergantung pada lobby-lobby yang telah dilakukan tersebut.

10. Evaluasi program

Evaluasi Program dibutuhkan untuk melihat apa saja tindakan dalam program yang tepat dan mana yang tidak sehingga ke depannya bisa dilakukan program yang lebih baik. Evaluasi bisa dibagi menjadi dua yaitu evaluasi ongoing dan end review. Evaluasi ongoing dilaksanakan selama proses berlangsung dan akan menjaga fleksibilitas sebuah program. Sedangkan end review mencakup semua evaluasi dari awal sampai akhir yang akan merangkum semua evaluasi ongoing dan perbaikannya sehingga bisa dijadikan pijakan untuk pelaksanaan program berikutnya.

contoh kegiatan perencanaan komunikasi yang sangat bagus diterapkan adalah program KB. Program KB di masa orde baru telah diakui keberhasilannya oleh dunia. Pada sekitar tahun 2000 efeknya terasa di berbagai sekolah dasar yang mulai tutup dan butuh penyatuan administrasi dengan sekolah lain karena kekurangan murid. Program KB sukses pada orde baru karena adanya koordinasi kuat dari pemerintah pusat hingga jajaran pemerintahan terendah. Pemerintahan yang tersentralisasi mendasari hal itu. Pada masa orde baru semangat pelaksanaan program sangat tinggi karena merupakan ukuran kesuksesan seorang kepala daerah.

Otonomi daerah melemahkan program KB yang ada saat ini. Berkurangnya motivasi pelaksanaan program KB secara signifikan membuat jumlah petugas KB dilapangan sangat berkurang. Berkurangnya motivasi ini adaah akibat tidak adanya kesatuan pemahaman konsep tentang KB yang tidak seragam.

Semua hal tentang program KB pada masa orde baru sangat direncanakan dengan baik. Misal tagline yang sangat jelas dan kuat “Dua Anak Cukup”. Tagline ini dibuat sedemikian rupa sehingga penafsiran keliru seminimal mungkin tidak terjadi. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah membaca tagline pertama pun bisa dijawab dengan tagline kedua dengan jelas dan kuat. Misal pertanyaan “saya belum punya anak laki-laki/perempuan?”, terjawab dengan “laki-laki perempuan sama saja”. Tagline KB sekarang lemah dengan membuka tafsiran keliru yang lebih besar. Tagline “Dua Anak Lebih Baik” bisa ditafsirkan “Dua Anak Lebih, Itu Baik”.

Pesan-pesan KB pun diperkuat dengan menempatkan pengingat di berbagai media. Seperti patung tangan di setiap pemukiman warga, gambar di pagar-pagar pemukiman, iklan media elektronik, dan media cetak.

Referensi

Bahan Ajar Perkuliahan Dr. Antar Venus, M.A. Comm.

Bahan Ajar Perkuliahan Dr. Bambang D.P.,M.Si.

Bahan Ajar Perkuliahan Dr. Hifni Alifahmi

Bahan Ajar Perkuliahan Dr. Zulkarnain Nasution

http//www.bondankomunitas.blogspot.com/2006/10/p-process_26.html?m=1

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: